PROFIL



Tepat 21 Nopember 1995, seorang anak laki-laki dilahirkan kedunia yang penuh gejolak problematika ini. Dia dilahirkan dari rahim kasih sayang sang ibu. Dia merupakan anak pilihan dan kesayangan Tuhan yang berhasil berenang merebut singgasana kehidupan setelah berhasil menyingkirkan jutaan makluk kecil lainnya di gua garba sang ibu. Saat itu pelukan pagi memberikan angin kesejukan dan kedamaian bagi si jabang bayi. Syarifuddin adalah nama ayahnya dan Hasmia adalah nama ibunya. Dia merupakan anak Pertama dari pasangan tersebut, dan mempunya tiga adik yang sangat dia sayangi, namanya St.Najmia, Muh. Fadil Syarif dan Halimah Tussa’diah.

Sebulan setelah kelahirannya, orangtuanya menyandangkan nama Syaharuddin kepadanya. Ya Syaharuddin namanya, dan itulah diriku. Namaku berasal dari bahasa Arab, Syahar Arinya Penerang dan Uddin artinya kehidupan. Arti namaku adalah penerangan kehidupan. Namun aku tidak berbesar dengan arti nama seperti para pahlawan kadungan. Saya bersukur dengan Ilmu pengetahuan yang senantiasa kugeluti dalam dunia kenyataan obyektif.

Dusun Biru, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang – Pribumi Pattae adalah tempat pertamakali saya dipangku oleh ibu pertiwi dan membuka mata untuk melihat dunia untuk yang pertamakali. Saya dibesarkan dalam tatanan ketidakadilan yang dijalankan rezim Orde Baru, sehingga saya dapat memahami bagaimana kesulitan hidup yang dirasakan oleh penduduk-penduduk desa pinggiran.

Dikala kecil, cita-cita menjadi seorang Detektif dan pahlawan akibat terinsfirasi dari flem conan serta pendekar pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan merupakan impian saya. Itu adalah impian dari seorang anak kecil yang keluar dari dalam kejujuran kalbunya. Sejak menginjak masa remaja (MTs-MA) adalah masa dimana saya tak memiliki cita-cita atau takut untuk bercita-cita. Seperti para remaja lainnya “menjadi orang sukses” adalah cita-cita yang keluar untuk mengisi kekosongan keinginan masa depan (agar ketika ditanya bapak/ibu guru tentang cita-cita dapat menjawabnya) yang berisi harapan abstrak nan konyol yang pernah terbersit dalam benak saya.

Masa bangku perkuliahan adalah masa “arus balik” dalam kehidupanku, dimana hakikat “Mammesa Tang Sisarak Mammase Tang Mappattu”mulai saya cari dan kutapaki. Kehidupan di kampus Orange Universitas Negeri Makassar dan Kota Makassar telah membimbingku keluar dari kesadaran palsu yang belasan tahun membekapku untuk mencapai kesadaran sejati. Aktifitas kehidupan intelektual kampus dari kuliah, diskusi,  berorganisasi, membaca berbagai referensi, dan aksi jalanan telah menempaku untuk menentukan sikap dan bertindak. Dari sana aku menemukan pondasi idiologis yang kupegang dan mampu menuntunku dalam menjawab berbagai problematika sosial, ekonomi dan politik yang ada.

Kini ibarat sebuah kapal, aku adalah nahkoda dalam kapal kehidupan tersebut yang tengah berlayar di samudra luas yang penuh gelombang untuk menempuh cita-cita besar dalam hidupku. Yaitu untuk menjadi Detektif dan Pahlawan pembela kebenaran serta pembasmi kejahatan di muka bumi ini, seperti yang waktu kecil telah saya impikan.

Ohhh... iya sekarang aku menambah point cita-citaku yaitu berhenti merokok dan kelak suatu saat nanti memiliki istri yang manis--punya lesung pipi. :D

0 komentar:

Post a Comment