Ujian nasional yang biasa di singkat UN adalah momok yang menakutkan bagi kebanyakan pelajar, siswa, pengajar dan guru-guru di indonesia. Standar nasional pendidikan selama ini sebagai penentuan batas kelulusan ujian nasional di tentukan berdasarkan kesepakatan antara pengambil keputusan saja. Batas kelulusan ditentukan sama untuk setiap mata pelajara. Padahal karakteristik mata pelajaran dan kemampuan peserta didik tidaklah sama. Hal itu tidak menjadi pertimbangan para pengambil keputusan pendidikan. Belum tentu dalam satu jenjang  pendidikan tertentu, tiap mata pelajaran memiliki standar yang sama sebagai standar minimum pencapaian kompetensi. Ada mata pelajaran yang menuntut pencapaian kompetensi minimum yang tinggi, sementara mata pelajaran lain menentukan tidak setinggi itu. Keadaan ini menjadi tidak adil bagi peserta didik, karena dituntut melebihi kapasitas kemampuan maksimalnya.