[Puisi] Mengingat & Mempertanyakan Bedera Merah Bintang 6



Malam ini hening tiada berisik mengusik laju separuh malam
Kuanggap waktu  yang tepat untuk mata menjamah  lembar bacaan lama
fikirku masi relevan me-Refres otak yang kian dirundung bacaan liberal gradual kampus

kuangkat tumpukan jilid materi dari atas lemari
dibungkus debuh pertanda lama tak pernah dijamah oleh mata
Tak sengaja menemukan tulisan dan arsip masa silam
Saat masih berkecimpung sebagai siswa progresif

Yah, masa awal ditempah mental militan,
Dijejali watak progresif,
Diperkenalkan bacaan provokasi diri untuk berontak,
Berdiskusi, menulis dan aksi
Serta menemukan jati diri kemanusiaan sejati

Bukan Sombong. Bukan Ria’
Masa siswa,
Semua itu hanya bisa di dapat dalam Forum Komunikasi Siswa Progresif.

Namun,
Aku hanya bisa bicara luwes pada masaku
Tak ada lagi ruang tempatku petantang-petenteng
Seperti tiga tahun lalu
Saat konstribusi fisik dan fikiran masih bisa tertuang dalam agenda inherennya.

Tapi, diluar masih bisa mempertanyakan, iya kan ?
Bukan, mengkritik, menjejal atau bahkan memblejeti
Pahami, hanya mempertanyakan
Cermati, bukan organ tapi bentolannya

Aku risih melihatnya
Aku ingin tonjok kepala dan dengkulnya
Saat mereka para penghianat jadi pembual
Berbalik menyerang dan mencercah
Padahal pernah bersama bersilah menikmati garam manisnya materi
Yang disajikan diatas papan tulis dibawah payung bendera merah bintang enam itu

Apa dayah,
Bersyukur Menonjok tak pernah diajarkan
Bentuk milisi reaksioner bukan bagian pamor progresif

Untung masih ada penjaga tongkat estapet
Walau hanya tinggal secuil
Tapi salut atas kematangannya
Tetap tegar saat ditinggal pergi kawan-kawannya
Hanya karena paham tua yang remeh-temeh.

Benar
Sirat menjadi semampai hari lalu
Mendobrak masa melusuhkan semangat
Konsistensi perlawanan menjadi hal mutlak
Taktik berlalu mendialektikakan wacana baru

Masaku beda dengan masa kalian sekarang
Ingin mengembalikan keaadaan lama
Tapi ingat, kondisi material tidak membutuhkannya lagi
Sudah bedah tingkat kualitatif
Bahkan kualitasnya.

Jalan kalian sudah benar
Sebab telah menyesuaikan
Yang tidak benar jika hal mutlak itu tidak berjalan lagi
Apakah itu ?
PERLAWANAN !

Makassar, 3 Juli 2015

0 komentar:

Post a Comment