Buah Kersen dan Awal Berhenti Merokok


Hampir setiap pagi, ketika saya bangun, buah Kersen selalu hadir mewarnai, kala pagi-pagi buta bersambut terang mentari diujung belahan timur bumi semestah. Sampai om saya, namanya Afdal, menganggab buah Kersen itu sebagai sarapan pagi saya, meskipun ungkapan itu sebenarnya adalah bahasa lelucon.

Yah, memang setiap pagi, pohon Kersen depan rumah, buahnya selalu saya petik. Tetapi bukan berarti setiap hari bisa dapat banyak. Tergantung tingkat keburuntungan, karena harus bertaruh dan berlomba dengan makhluk lain, yaitu burung Titituit. Menurut penduduk setempat, burung pemakan buah.

Nah, pasti penasaran. Apa hubungannya buah Kersen dengan Berhenti merokok? Oke saya akan lanjut  jelaskan.

Mengenal buah Kersen, bagi saya masih terbilang belum cukup lama. Pertama kali memakannnya baru sekitar setahun yang lalu, itu pun kebetulan pas ditawari oleh teman, dan saya fikir itu makanan ular, sebab mirip; bulat kecil seperti kelereng, dengan warna merah keungu-unguan jika sudah matang.

Teman yang pernah menawarkan, sebut saja namanya Yusri. Ia punya pohon Kersen di depan rumahnya. Setiap kali teman-teman ngumpul di rumahnya, pohon itu selalu jadi serbuan.

Lalu pernahkah kita bertanya apa manfaat dari buah Kersen bagi sistem imun tubuh kita? Jangan sampai kita mengenal buah Kersen hanya sebatas buah kecil, bulat, manis dan sekedar memanjakan lidah. Seperti yang saya pahami sebelum-sebelumnya.

Setelah mencoba mencari informasi melalui internet. Saya menemukan penjelasan dari situs hellosehat.com, bahwa buah Kersen adalah obat mujarab bagi penderita asam urat jika di konsumsi dengan teratur. Sebab mengandung kadar purin rendah dan mengandung zat flavonoid. Flavonoid adalah antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan akibat penuaan yang disebabkan radikal bebas. Senyawa flavonoid ini yang dapat menghambat enzim yang bernama xantin oksidase. Enzim xantin oksidase ini yang bertugas untuk membentuk asam urat darah.

Buah kersen juga mengandung banya air. Oleh sebab itu dapat melarutkan purin yang mengendap pada persendian dan ginjal. Atas dasar itu buah Kersen dapat mengobati asam urat.

Selain itu menurut penelitian yang dilakukan oleh Julia F Morton yang di tulis dalam bukunya “Fruits of Warm Climates” tahun 1987, menjelaskan ada 12 senyawa yang terkadung dalam buah Kersen yang bermanfaat untuk kesehatan.

Setiap 100 gr buah Kersen terkandung: Air 77,8 g Serat: 4,6 g Vitamin C (antioksidan): 80.5 mLemak: 1,56 gZat besi: 1,18 mg ?Karotin: 0,019 mg Protein: 0,324 g Fosfor: 84 mg Niacin: 0,554 mg. Kalsium: 124,6 mg Vitamin B1 (Tiamin): 0,065 mg Riboflavin: 0,037 mg (sumber: Tribun Batam).

Sedangkan menurut informasi yang di himpun oleh idmtimes.com, bahwa buah Kersen mengandung anti biotik yang dapat meningkatkan sistem imun, menjaga gulah darah agar tetap rendah, mencegah penuaan dini, mencegah kanker, dan dapat menurunkan tekanan darah.

Penemuan yang paling mencengangkan (sebenarnya pengalaman pribadi dan belum di buktikan secara ilmiah), adalah ternyata dengan mengkonsumsi buah Kersen dapat menjadi obat alternatif ataupun terapi untuk berhenti merokok bagi perokok berat yang terlanjur kecanduan.

Saya sendiri sudah mencobanya, dan itu berhasil. Sampai sekarang saya berhenti merokok karena sering makan buah Kersen.

Mungkin pembaca budiman menganggab saya bohong, dan berfikir; masa cuma buah kersen dapat membuat seseorang tidak mau lagi merokok, apalagi data pendukung ilmiah yang membuktikan juga tidak ada. Tapi, kalau tidak percaya, silahkan coba sendiri dan itu urusan anda. Yang jelas saya telah mencobanya sendiri.

Ceritanya begini, setelah saya memakan buah kersen, terus saya lanjutkan dengan merokok, saya selalu merasakan mual dan pusing. Itu saya coba selama lima hari. Lambat laun, saya tidak bisa lagi menghabiskan hanya dengan sebatang rokok dalam satu hari. Lalu saya berfikir, apakah saya berhenti merokok atau berhenti makan kersen?

Mula-mulanya saya berhenti makan buah kersen selama tiga hari, karena ingin tau apakah benar karena buah kersen sehingga sebatang rokok saja saya tidak bisa habiskan. Nah,  ternyata benar, tiga hari saya tidak pernah makan buah kersen, perasaan dalam merokok pun seperti sedia kala--mampu menghabiskan 1 bungkus rokok sehari.

Kembali saya berpikir panjang. Sebab dari dulu sebenarnya saya ingin sekali hijrah dari merokok. Bukan karena merokok itu menimbulkan penyakit, tapi karena merokok membuat kantong kering (banyak pengeluaran), apalagi saya bakal segera masuk barisan para Lumpen Proletariat, atau bahasa kerennya; pengangguran banyak cara.

Akhirnya saya memutuskan untuk hijrah dari merokok. Dan mengkonsumsi buah kersen tiap hari, itu lebih menyehatkan.

Bagaimana menurut kalian para pembaca budiman? Silahkan coba, sapa tau beruntung seperti saya. Hehehe...

Makassar, 3 oktober 2018

Post a Comment

0 Comments